1. 1. Peredaran uang yang tidak terkontrol dapat menimbulkan fenomena ekonomi berupa inflasi dan deflasi.
a. Uraikan makna pernyataan tersebut, dan bagaimana pemerintah menangani inflasi dan deflasi agar tidak menganggu perkembangan perekonomian di Indonesia!
Jawab :
Quality Theory Inflation ini disebabkan karena bertambahnya uang yang beredar. Inflasi ini dikemukakan oleh kaum klasik yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara jumlah uang yang beredar dengan harga-harga. Jika jumlah uang beredar meningkat, maka harga barang dan jasa akan naik pula. Begitu pula sebaliknya, jika jumlah uang beredar berkurang, maka harga barang dan jasa akan turun.
Turunnya jumlah uang yang beredar bisa menyebabkan deflasi. Hal tersebut dikarenakan banyak orang yang berlomba-lomba mendapatkan bunga simpanan tinggi yang ditawarkan bank. Masyarakat akan menabungkan uangnya ke bank ramai-ramai sehingga peredarannya langka dan berkurang.
Cara pemerintah menangani inflasi dan deflasi :
Pemerintah menangani Inflasi :
Ø Kebijakan Fiskal
mengurangi pengeluaran pemerintah, meningkatkan tarif pajak, serta melakukan pinjaman.
Ø Kebijakan Nonmoneter dan Nonfiskal
Selain kebijakan fiskal dan moneter, cara mengatasi inflasi oleh pemerintah juga dapat dengan meningkatkan hasil produksi, mempermudah masuknya barang impor, menstabilkan pendapatan masyarakat (tingkat upah), menetapkan harga maksimum, serta melakukan pengawasan dan distribusi barang.
• Menambah Hasil Produksi
Pemerintah dapat memberikan subsidi atau membuat peraturan yang mendorong pengusaha-pengusaha menjadi lebih produktif sehingga hasil produksinya bisa bertambah. Dengan adanya hasil produksi yang lebih banyak, akan ada banyak barang yang bisa dibeli masyarakat, sehingga jumlah uang beredar bisa kembali seimbang.
• Mempermudah Masuknya Barang Impor
Pemerintah juga bisa menyeimbangkan jumlah uang yang beredar dengan menetapkan kebijakan yang mempermudah masuknya barang impor. Seperti dengan penurunan bea masuk impor atau membuat peraturan yang mempermudah impor.
• Menstabilkan Pendapatan Masyarakat
Inflasi juga bisa ditanggulangi dengan menjaga tingkat upah (tidak membiarkan gaji yang naik terus menerus) sehingga biaya produksi perusahaan bisa ditekan dan harga barang menjadi lebih rendah.
Cara Pemerintah mengatasi Deflasi :
- Kebijakan Moneter :
Kebijakan moneter adalah tindakan atau kebijakan yang diambil oleh penguasa moneter biasanya bank sentraluntuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar sehingga akan terjadi perubahan jumlah uang yang beredar yang pada akhirnya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat.Ada beberapa macam kebijakan moneter yaitu :
• Politik Diskonto
Politik diskonto (discount policy) adalah politik bank sentral untuk mempengaruhi peredaran uang dengan jalan menurunkan tingkat bunga.Dengan menurunkan tingkat bunga diharapkan jumlah uang yang beredar di masyarakat akan bertambah ,karena orang akan lebih banyak menarik uangnya di Bank dari pada menjalankan investasi.
• Kebijakan Pasar Terbuka :
Untuk memperkuat politik diskonto,kebijakan lain juga di jalankan yaitu dengan politik pasar terbuka (open market policy) yaitu dengan jalam membeli atau menjual surat-surat berharga.Dengan membeli surat-surat berharga di harapkan uang yang beredar di masyarakat bertambah,sehingga uang yang beredar dimasyarakat semakin bertambah.
• Politik Persediaan Kas (cash ratio policy)
Bank sentral pada umumnya menentukan cash ratio yaitu angka perbandingan minimum antara uang tunai yang dimiliki oleh bank umum dengan jumlah uang giral (cek.giro dan sebagainya) yang dikeluarkan oleh bank yang bersangkutan.Pada saat deflasi pemerintah akan mengurangi persediaan uang kas.Sehingga uang kas yang beredar di masyarakat akan semakin meningkat.
b. Apakah perbankan dapat turut serta untuk menjaga keseimbangan uang yang beredar di masyarakat? Bagaimana perbankan menjalankan peranananya sebagai lembaga “intermediary”!
Jawab :
Ya, Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia. Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating). Peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. Oleh karenanya, Bank Indonesia juga menjalankan kebijakan nilai tukar untuk mengurangi volatilitas nilai tukar yang berlebihan, bukan untuk mengarahkan nilai tukar pada level tertentu.
Perbankan terkait erat dengan perannya dalam proses penciptaan uang di dalam
perekonomian yang hampir seluruhnya berlangsung melalui sistem perbankan.
Dengan peran seperti in, kondisi perbankan akan menentukan seberapa jauh
efektivitas mekanisme transmisi kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral dapat
berpengaruh terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan. Dalam kaitan ini,
mekanisme transmisi moneter dimulai dari tindakan bank sentral dengan
menggunakan instrumen moneter, apakah Operasi Pasar Terbuka (OPT) atau yang lain,
dalam melaksanakan kebijakan moneternya untuk mencapai sasaran akhir yang
diinginkan, yaitu inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Tindakan itu kemudian
berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan keuangan melalui berbagai saluran
transmisi kebijakan moneter, yaitu saluran uang, kredit, dan suku bunga untuk
yang pada umumnya berlangsung melalui sistem perbankan.
2. 2. Dalam kehidupan sehari kita tidak akan terlepas dari mempergunakan uang dalam bertransaksi.
a. Jelaskan dan berikan contoh tentang fungsi uang dan jenis uang?
Jawab :
• Uang (money): Aset yang orang-orang gunakan untuk melakukan/menerima pembayaran, ketika membeli/menjual barang/jasa.
– Uang berperan penting dalam kehidupan—memungkinkan segala jenis transaksi ekonomi.
• Uang memiliki tiga peran/fungsi:
– Alat tukar (medium of exchange): Aset yang dapat ditukarkan guna memperoleh barang/jasa
– Penyimpan nilai (store of value), yang memungkinkan untuk menabung dan mengalihkan daya beli ke masa mendatang
– Ukuran nilai relatif atau satuan hitung (unit of account): Patokan universal guna menyatakan beragam harga barang/jasa
Jenis jenis uang:
Menurut bahan pembuatannya :
- Uang Logam. Jenis uang ini dibuat dari bahan logam (emas atau perak), bentuknya mudah dikenali, nilainya tinggi dan stabil, tahan lama, dan dapat dibagi ke dalam satuan yang lebih kecil. contoh : uang coin
- Uang Kertas. Uang yang terbuat dari kertas dengan standarisasi baku. Biasanya pada uang kertas ini dapat ditemukan gambar dan cap khusus.
Menurut lembaga yang mengeluarkan :
· Uang Kartal. Alat bayar yang sah dan digunakan dalam transaksi sehari-hari. Bentuknya berupa kertas dan logam yang memiliki nominal yang mengikat di masing-masingnya, contohnya uang coin & uang kertas.
· Uang Giral. Uang yang berupa simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan, contohnya cek, giro, atau berupa kartu seperti e-money, kartu kredit, dan juga kartu debit.
b. Jelaskan dan berikan contoh bahwa uang memiliki nilai intrinsik dan nilai nominal dari uang?
Jawab :
• Nilai Intrinsik uang : nilai intrinsik adalah nilai yang ada di dalam sesuatu yang dapat berdiri sendiri. Nilai intrinsik uang merupakan nilai-nilai yang terdapat dalam uang itu sendiri, mulai dari nominal hingga bahan baku pembuatan. Nilai ini tentunya beda pada masing-masing uang yang berlaku, baik yang ada dalam satu negara maupun negara lain.
Contohnya uang dua puluh ribu rupiah, maka nilai intrinsiknya adalah nominal Rp20.000 yang ditulis, bahan baku kertas khusus yang membuatnya pun seharga nilai tersebutt.
• Nilai Nominal adalah nilai uang yang tertera pada mata uang atau instrumen keuangan lainnya. Nilai ini sangat mudah diketahui karena hanya perlu melihat angka yang ada. Misalnya, pada uang yang tertulis Rp500 dan Rp1.000, keduanya memiliki nilai nominal yang masing-masing adalah Rp500 dan Rp1.000. Meski keduanya memiliki biaya produksi dan bahan yang sama, tetapi tetap saja nilai nominalnya berbeda.
3.3.Jika kita membeli barang di toko dan kita membayar listrik melalui ATM. Disitu akan terlihat perbedaan fungsi uang.
a. Uraikan perbedaan fungsi uang tersebut? Dan macam-macam uang yang beredar di Indonesia!
Jawab :
Fungsi perbedaan macam macam Uang Giral(elektronik, cnth:atm) dan Kartal(uang tunai) tersebut :
- giral memiliki sifat yang berbeda dengan uang kartal. Karena pada dasarnya, kartal merupakan alat pembayaran sah. Hal ini berarti, Anda bisa menolak bertransaksi dengan uang giral tetapi harus menerima pembayaran dengan uang kartal.
- Giral merupakan alat pembayaran berupa lembar tagihan atau kartu yang dikeluarkan oleh bank umum. Jadi hanya kalangan tertentu saja yang bisa menerima pembayaran dengan giral. Misal: pihak bank yang mengeluarkan giral, atau pihak lain yang telah bekerja sama dengan bank tersebut.
- giral bukan alat pembayaran sah dan tidak semua orang mau menerima transaksi menggunakan giral yang kita miliki, maka penggunaan kartal lebih banyak digunakan.
- Membawa kartu ATM dengan saldo banyak tentu lebih praktis dibanding membawa uang kertas atau koin dalam jumlah besar ke mana saja kita pergi.
- Dari segi keamanan, tentu akan lebih aman jika kita bertransaksi memanfaatkan giral berbentuk uang elektronik atau ATM. Sebab risiko uang hilang karena dicuri atau terselip bisa dihindari. Apabila terjadi kehilangan pada giral yang dimiliki, kita hanya perlu melakukan pemblokiran dan pelacakan sehingga dana di bank tetap aman.
· Uang kartal, juga akan lebih aman digunakan transaksi karena merupakan alat pembayaran yang sah yang tidak bisa di retas, ataupun tidak memiliki kendala eror, tersangkut.
Macam uang yang beredar di Indonesia :
· Uang Logam
· Uang Kertas
· Uang Giral